Sawocangkring, (29/09) - Pemerintah Desa Sawocangkring bekerja sama dengan Puskesmas Wonokasian menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “TBC: Kenali, Periksa, Obati, Cegah” bertempat di Pendopo Balai Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC), mulai dari pengenalan gejala, pentingnya pemeriksaan dini, pengobatan yang tepat, hingga langkah-langkah pencegahan penularan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Sawocangkring, Kasan Muzakki, yang mewakili Pemerintah Desa Sawocangkring. Kegiatan dipandu oleh Bapak Arif dari Puskesmas Wonokasian selaku pembawa acara atau Master of Ceremony (MC). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat Desa Sawocangkring yang mengikuti rangkaian edukasi kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Puskesmas Wonokasian, dr. Saptandia Wulan Cahyaning Lestari, M.Kes., hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan edukasi mengenai penyakit TBC. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya mengenali gejala TBC, melakukan pemeriksaan sedini mungkin, menjalani pengobatan secara teratur, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan penyakit di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui tema “Kenali, Periksa, Obati, Cegah”, masyarakat diajak untuk lebih waspada terhadap gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyelesaikan pengobatan TBC sesuai anjuran tenaga medis.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat dan teratur. Dukungan keluarga serta lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membantu keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma atau melakukan diskriminasi terhadap penderita TBC, melainkan memberikan dukungan agar mereka dapat menjalani pengobatan hingga tuntas.
Kolaborasi antara Pemerintah Desa Sawocangkring dan Puskesmas Wonokasian merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif. Melalui penyuluhan dan edukasi secara langsung, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, dan pencegahan penularan TBC sebagai langkah mendukung program eliminasi TBC di Indonesia.
Pemerintah Desa Sawocangkring berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang sehat. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kepedulian bersama, Desa Sawocangkring diharapkan dapat terus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC. (mbz)
Dokumentasi :