Sawocangkring (01/07) – Pemerintah Desa Sawocangkring bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar koordinasi pra-KKN, di Perpustakaan Lentera Ilmu Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun sinergi pelaksanaan program pengabdian masyarakat dengan mengusung tema "Dari Rak ke Hati, Memayu Desa."
Koordinasi dihadiri oleh perangkat Pemerintah Desa Sawocangkring, petugas Perpustakaan Lentera Ilmu Bu Putu Ayu Diah Rini, dosen pendamping Iska Desmawati, S.Si., M.Si., serta seluruh mahasiswa peserta KKN ITS Surabaya yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Sawocangkring.
Kegiatan diawali dengan perkenalan antara mahasiswa dan jajaran Pemerintah Desa, dilanjutkan dengan pemaparan kondisi desa, potensi wilayah, serta berbagai program yang telah berjalan, khususnya di bidang literasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui forum tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kebutuhan desa sebagai dasar penyusunan program kerja yang relevan dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Sawocangkring menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ITS Surabaya yang kembali menjadikan desa sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan budaya literasi masyarakat, serta memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara nyata.
Petugas Perpustakaan Lentera Ilmu, Bu Putu Ayu Diah Rini, turut memaparkan berbagai program literasi yang selama ini telah dikembangkan. Perpustakaan desa diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan edukatif, kreatif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, dosen pendamping Iska Desmawati, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu bagi mahasiswa, tetapi juga wadah membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Program yang disusun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Mengusung semangat "Dari Rak ke Hati, Memayu Desa", koordinasi pra-KKN ini menjadi fondasi awal terbangunnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam memperkuat literasi, mendorong inovasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat menuju Desa Sawocangkring yang semakin maju, cerdas, dan berdaya saing. (mbz)