Sawocangkring, 25 Juli 2026 – Pemerintah Desa Sawocangkring bersama KKN Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), EXALOS Indonesia, serta dosen pendamping ITS menyelenggarakan kegiatan Edukasi Penanganan Satwa Liar di Balai Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (25/07/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali serta menangani ular secara aman apabila ditemukan di lingkungan permukiman. EXALOS Indonesia merupakan komunitas relawan yang bergerak di bidang penyelamatan dan edukasi ular serta satwa liar kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Peserta mendapatkan materi mengenai cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa, teknik penanganan ular yang aman, serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan ular.
Selain penyampaian teori, peserta juga diajak mengikuti sesi praktik secara langsung menggunakan ular yang telah dipastikan aman untuk kebutuhan edukasi. Melalui pendampingan tim profesional dari EXALOS Indonesia, peserta dapat memahami teknik memegang dan mengendalikan ular dengan benar tanpa membahayakan diri sendiri maupun satwa tersebut.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah keberanian seorang siswa sekolah dasar yang didampingi instruktur saat mencoba memegang ular untuk pertama kalinya. Keberanian tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena menunjukkan bahwa dengan pengetahuan dan pendampingan yang tepat, rasa takut dapat diubah menjadi pemahaman dan sikap yang lebih bijaksana terhadap satwa liar.

Dalam kegiatan tersebut Pak Imron, perangkat Desa Sawocangkring, turut berpartisipasi aktif dalam sesi praktik dengan memegang ular bersama instruktur. Keikutsertaan beliau menjadi contoh bahwa aparatur pemerintah desa juga berkomitmen mendukung peningkatan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
Panitia juga mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengutamakan keselamatan apabila menemukan ular di rumah atau lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak gegabah, tidak mencoba menangkap ular tanpa pengetahuan dan peralatan yang memadai, serta segera menghubungi petugas atau relawan yang berkompeten apabila diperlukan.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Sawocangkring, KKN Tematik Literasi ITS, EXALOS Indonesia, dan dosen ITS, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan satwa liar secara aman, tepat, dan bertanggung jawab. Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, peduli terhadap keselamatan, sekaligus menjaga kelestarian satwa sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem. (mbz)