You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sawocangkring
Desa Sawocangkring

Kec. Wonoayu, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

WEBSITE RESMI DESA SAWOCANGKRING KECAMATAN WONOAYU SIDOARJO, CS : 082229879687 Jln. Raya Sawocangkring No. 08 Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Link : Klik => Alamat kantor "Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat." (Q.S Al Baqarah: 45)

Rembuk Stunting Pra Musrenbang Desa Sawocangkring

Operator 18 Juni 2026 Dibaca 6 Kali
Rembuk Stunting Pra Musrenbang Desa Sawocangkring

Sawocangkring (18/06), Pemerintah Desa Sawocangkring menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung program percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader pembangunan manusia, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat. Rembuk Stunting menjadi forum penting untuk menyatukan komitmen, menyusun strategi, dan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Acara dibuka oleh Pemerintah Desa Sawocangkring yang menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan rembuk stunting ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi dalam merencanakan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pemberdayaan keluarga.

Kegiatan menghadirkan Drs. Anwar, Camat Wonoayu, sebagai narasumber pertama. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang harus mendapat perhatian serius mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Camat Wonoayu mengajak seluruh pemerintah desa untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar setiap program penanganan stunting dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta pemenuhan sanitasi yang layak menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Sebagai narasumber kedua, H. Moch. Saichu, M.Si., selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sidoarjo, memberikan materi mengenai peran pemerintah desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui perencanaan pembangunan desa. Beliau menjelaskan bahwa pemerintah desa memiliki kewenangan untuk mengalokasikan program dan kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dalam pemaparannya, H. Moch. Saichu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program stunting. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu hamil, bayi, balita, serta keluarga secara keseluruhan. Ia juga mengajak seluruh kader dan perangkat desa untuk terus melakukan pendataan, pemantauan, dan pendampingan terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Suasana rembuk berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, mulai dari pemenuhan gizi balita, partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, hingga upaya peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya kesehatan anak sejak masa kehamilan.

Melalui forum ini, seluruh peserta bersama-sama menyusun berbagai usulan program prioritas yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa. Program-program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penguatan Posyandu, peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, edukasi gizi keluarga, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Pemerintah Desa Sawocangkring berharap hasil Rembuk Stunting dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan desa yang lebih tepat sasaran. Seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk terus bersinergi dalam melaksanakan berbagai upaya pencegahan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan Rembuk Stunting ini, diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta memastikan setiap anak di Desa Sawocangkring memperoleh hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemerintah Desa Sawocangkring akan terus mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (mbz)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan Desa
Rp 2.260.544.966,54 Rp 2.260.032.107,35
100.02%
Belanja Desa
Rp 1.990.506.819,00 Rp 2.244.667.482,24
88.68%
Pembiayaan Desa
Rp 436.855.374,89 Rp 436.855.374,89
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp 103.900.000,00 Rp 103.900.000,00
100%
Dana Desa
Rp 1.076.434.000,00 Rp 1.076.434.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi Desa
Rp 566.502.604,00 Rp 566.502.604,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 475.642.263,00 Rp 475.642.263,00
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Desa
Rp 34.000.000,00 Rp 34.000.000,00
100%
Bunga Bank Desa
Rp 4.066.099,54 Rp 3.553.240,35
114.43%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 1.061.066.016,00 Rp 1.260.882.866,24
84.15%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 567.095.125,00 Rp 593.472.216,00
95.56%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 132.958.150,00 Rp 143.388.150,00
92.73%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 75.838.528,00 Rp 82.924.250,00
91.46%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 153.549.000,00 Rp 164.000.000,00
93.63%