Sawocangkring, (16/06) – Dalam upaya merumuskan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Tahun 2026 serta memantapkan rencana aksi bersama percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Desa Sawocangkring menyelenggarakan agenda Rembuk Stunting pada Senin, 16 Juni 2025. Kegiatan musyawarah ini dilangsungkan di Balai Desa Sawocangkring sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Acara ini dihadiri oleh 43 orang peserta yang terdiri dari 4 laki-laki dan 39 perempuan. Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, meliputi unsur kesehatan, pendidikan, tokoh masyarakat, jajaran perangkat desa, hingga kader Posyandu dan PAUD. Berita acara hasil musyawarah ini juga telah disahkan secara resmi oleh Kepala Desa Sawocangkring, Bapak Mukhamad Nursiyo.
Dalam pemaparan materi dan diskusi, terungkap sebuah fakta positif mengenai kondisi kesehatan anak di desa. Berdasarkan catatan, balita di Desa Sawocangkring saat ini tidak dapat dikategorikan sebagai balita stunting. Beberapa balita hanya masuk dalam kategori memiliki tinggi badan pendek, yang utamanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan asupan gizi, bukan stunting.
Meski demikian, langkah pencegahan tetap menjadi fokus utama. Forum ini memberikan edukasi penting mengenai perlunya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, seperti asupan yang kaya akan protein, zat besi, asam folat, dan vitamin. Selain itu, ditekankan pula pentingnya pola asuh orang tua yang positif, pemberian ASI eksklusif, serta menghindari pemberian makanan instan kepada anak demi menjaga pertumbuhan yang optimal.
Puncak dari Rembuk Stunting ini adalah sesi diskusi kelompok (FGD) yang menghasilkan kesepakatan mengenai daftar usulan program prioritas pencegahan stunting di Desa Sawocangkring. Berikut adalah beberapa program prioritas yang diusulkan:
-
Bidang Posyandu: Sosialisasi peningkatan partisipasi imunisasi balita, penambahan sarana dan prasarana pos kesehatan (termasuk alat ukur, timbangan, alat cek gula darah/kolesterol, dan obat-obatan), penambahan dana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) seiring meningkatnya jumlah peserta, serta pelatihan peningkatan kapasitas kader.
-
Bidang PAUD dan Pendidikan: Pembangunan sarana prasarana belajar dan bermain PAUD/TK, pengadaan kegiatan makan bersama dengan menu bergizi, penyelenggaraan konseling pola asuh orang tua minimal dua kali setahun, pembangunan fasilitas toilet dan bak sampah di sekolah, serta penambahan insentif bagi tenaga pendidik PAUD.
-
Bidang Lingkungan: Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), edukasi pembuangan limbah bagi pengelola usaha makanan, penertiban/edukasi pengusaha sound system horeg untuk mencegah gangguan pendengaran, serta rutinitas kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan desa.
Melalui berbagai usulan komprehensif dari lintas sektor ini, diharapkan program-program tersebut dapat terakomodasi dalam RKPDesa 2026. Sinergi yang kuat antara pemerintah desa, para kader, dan seluruh lapisan warga menjadi kunci utama dalam menjaga generasi penerus Desa Sawocangkring agar tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari ancaman stunting. (sat)