Sawocangkring (17/08) - Suasana meriah dan penuh antusiasme warga menyelimuti gelaran seni budaya Ludruk Budhi Wijaya di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu. Kegiatan pelestarian budaya ini menampilkan Tari Remo Putri sebagai tarian pembuka yang memukau.
Dokumentasi kemeriahan acara dapat disaksikan di sini: Tari Remo Putri Ludruk Budhi Wijaya live Sawocangkring Wonoayu Sidoarjo [https://www.youtube.com/watch?v=Ha3Pg-RwKzM]
Tari Remo Putri yang dibawakan dengan gerakan yang dinamis, kostum berwarna-warni, serta iringan gamelan khas Jawa Timuran berhasil menggugah semangat penonton. Dalam tradisi ludruk, Tari Remo merupakan tarian wajib pembuka yang melambangkan semangat perjuangan dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Pementasan dilanjutkan dengan lakon ludruk yang ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, dikemas dengan humor yang spontan, segar dan mudah diterima oleh semua kalangan, yang menjadi ciri khas Ludruk Budhi Wijaya.
Pemerintah Desa Sawocangkring menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen desa dalam upaya melestarikan kesenian tradisional Jawa Timur.
"Kami ingin kesenian tradisional seperti ludruk ini tetap hidup dan dicintai, terutama oleh generasi muda. Selain sebagai hiburan yang sehat, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat guyub rukun dan kebersamaan warga Sawocangkring," ujar perwakilan Pemerintah Desa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal semakin meningkat dan kesenian ludruk dapat terus lestari sebagai identitas budaya Jawa Timur.
Pemerintah Desa Sawocangkring mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, karang taruna, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi menyukseskan acara ini hingga berjalan lancar. (mbz)